Category Archives: Blog

Kenali Risiko Investasi Saham Ini Sebelum Mulai Berinvestasi

 

Setiap berinvestasi tentunya memiliki risiko masing-masing, tidak terkecuali bagi para investor saham. Risiko ini mau tidak mau harus siap dihadapi oleh investor yang berinvestasi saham. Semua tergantung pada cara bermain di dunia saham yang diambil. Ada beberapa risiko yang umum dialami oleh para pemegang saham. Beberapa risiko yang bisa saja dihadapi saat bermain saham adalah sebagai berikut.

 

Mengalami Capital Loss

Capital Loss adalah kerugian yang didapatkan dari selisih antara harga jual dan harga beli saham. Capital Loss adalah kebalikannya dari Capital Gain, yakni suatu kondisi di mana investor menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari harga belinya.

Pada aktivitas jual beli saham, tidak selamanya pemodal mendapat Capital Gain atau keuntungan atas saham yang dijualnya. Sewaktu-waktu investor mungkin saja menjual sahamnya lebih rendah dari harga belinya, dengan demikian investor mengalami Capital Loss.

Contoh kasus, seorang investor membeli saham X dengan harga per lembar Rp5.000. Kemudian harga saham mengalami penurunan mencapai Rp4.500 per lembar saham. Karena takut harganya semakin menurun, saham tersebut langsung dijual oleh investor tersebut. Berarti investor telah mengalami Capital Loss sejumlah Rp500 untuk setiap lembar saham yang dijualnya. 

 

Terkena Suspend

Jika sebuah saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek, maka pemodal tidak dapat menjual sahamnya hingga saham yang disuspend tersebut dicabut dari status suspend. 

Jangka waktu suspend bisa sangat beragam, biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Seperti 1 hari perdagangan namun bisa juga berlangsung selama beberapa hari perdagangan. Ada beberapa hal yang menjadi faktor saham diberhentikan sementara dari perdagangannya:

  1. Harga saham mengalami lonjakan, atau penurunan harga yang drastis dalam waktu singkat.
  2. Perusahaan tersebut dipailitkan oleh kreditornya.
  3. Dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk kemudian diminta konfirmasi lainnya, seperti jika perusahaan tidak memberi laporan keuangan sampai tenggat waktu yang telah ditentukan.

Jika setelah mendapatkan informasi yang jelas, maka status suspend atas saham tersebut bisa dicabut oleh bursa dan saham kembali bisa diperdagangkan seperti semula.

 

Tidak Mendapat Dividen 

Perusahaan hanya akan membagi dividen jika perusahaan yang bersangkutan dapat menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, perusahaan tidak bisa memberi bagian dividen jika perusahaan mengalami kerugian. Pada kondisi ini potensi keuntungan pemodal untuk mendapat dividen ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.

Selain itu, dividen umumnya diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika sebagian besar pemegang investasi saham tidak setuju untuk membagikan dividen dengan pertimbangan tertentu, meskipun perusahaan membukukan keuntungan, pemegang saham tetap tidak mendapatkan dividen.

 

Mengalami Delisting Saham

Risiko lain yang dihadapi para investor adalah jika saham perusahaan dihapus dari pencatatan bursa efek. Hal ini bisa disebut dengan delisting. Suatu saham perusahaan bisa mengalami delist di bursa, biasanya disebabkan oleh faktor kinerja perusahaan yang buruk. Misalnya pada kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian selama beberapa tahun, dan berbagai kemungkinan lainnya sesuai dengan peraturan pencatatan di bursa.

Ada juga perusahaan yang dikeluarkan dari bursa dengan tujuan Go Private. Perusahaan yang melakukan Go Private tidak merugikan investor sebab perusahaan penerbit saham tersebut melakukan Buy Back terhadap saham yang diterbitkan.

 

Bangkrut dan Dilikuidasi

Jika perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan perusahaan tersebut harus dibubarkan, maka pastinya akan berdampak pada pemegang saham.

Berdasarkan  peraturan pencatatan saham di bursa efek, hak klaim dari pemegang saham biasanya menjadi prioritas terakhir setelah semua kewajiban perusahaan dapat dilunasi kepada kreditur dan pemegang obligasi.

Jika masih ada sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan yang bersangkutan, maka sisa tersebut dapat dibagikan sesuai dengan kesepakatan kepada seluruh pemegang saham. Namun lain hal, jika tidak terdapat sisa kekayaan dari perusahaan, maka pemegang saham tidak memperoleh apapun. Hal ini bisa menjadi risiko terberat yang dialami oleh pemegang saham. Maka dari itu seorang pemegang saham dituntut sacara berkala untuk mengikuti perkembangan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh pemegang saham tersebut.

Jadi itulah beberapa risiko yang mungkin saja terjadi jika Anda berinvestasi saham. Sebaiknya persiapkan diri terlebih dahulu untuk melakukan investasi yang satu ini karena cukup banyak risiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Semoga tulisan ini bisa menjadi gambaran bagi Anda untuk mempertimbangkan dan meminimalisir kemungkinan terburuk dari investasi saham.

Ingin Belajar Investasi? Baca Dulu Ini

Anda dapat membeli saham melalui beberapa situs terpercaya yang bertebaran di internet.
(Source: pexels.com)

Investasi merupakan salah satu cara yang Anda dapat lakukan untuk memutar uang dalam jangka waktu panjang agar hasil yang didapatkan akan berlipat ganda. Banyak kalangan muda mulai tertarik untuk berinvestasi jangka panjang di masa kini. Akan tetapi, sebelum langsung terjun menaruh uang Anda untuk berinvestasi, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu mengenai dunia investasi, belajar investasi lebih dalam agar mengerti apakah cara tersebut memang terbukti merupakan cara perputaran uang yang paling tepat yang harus Anda lakukan.

Apa Itu Investasi?

Investasi dapat dikatakan sebagai sebuah perjudian. Sebab, uang yang Anda taruh dalam investasi tidak akan memberikan Anda kepastian apakah uang tersebut akan kembali dengan aman atau Anda malah akan mengambil resiko yang sangat besar dengan melakukan investasi tersebut. Anda melakukan investasi dengan harapan Anda akan mendapatkan hasil yang lebih besar, tetapi Anda juga membuka peluang bagi kegagalan untuk terjadi dalam proses investasi tersebut.

Secara singkat, investasi adalah ketika Anda menaruh uang pada satu atau dua perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam berinvestasi, Anda dapat melakukannya pada apa saja. Beberapa di antaranya adalah menaruh investasi dalam dunia pertanian, mobil-mobil dan anggur merah klasik, teknologi, atau hal-hal yang berbau seni.

Belajar Investasi Mulai Dari 4 Aturan Ini

Apabila Anda sudah paham akan dasar dari investasi, Anda pasti ingin segera mulai melakukan investasi. Namun, jangan terlalu terburu-buru. Sebab, Anda harus tahu dan harus ingat empat aturan emas ini dalam berinvestasi. Dengan begitu, Anda tidak akan terjebak dan Anda akan memiliki cara-cara yang pintar untuk berinvestasi. Lantas, apa saja empat aturan emas dalam belajar investasi tersebut?

  1. Semakin besar hasil yang Anda harapkan di akhir, semakin banyak resiko yang Anda harus siap terima dan lewati
  2. Jangan taruh semua uang Anda dalam satu perusahaan atau satu bidang untuk berinvestasi. Dengan melakukan hal seperti itu, Anda hanya akan memperbesar resiko kegagalan Anda. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, lebih baik Anda melakukan investasi pada beberapa perusahaan atau bidang. Apabila investasi Anda gagal di satu perusahaan, maka Anda masih memiliki beberapa investasi lagi
  3. Apabila Anda menabung untuk jangka waktu pendek, lebih baik Anda tidak melakukan investasi karena hal tersebut memiliki terlalu banyak resiko untuk investasi jangka pendek
  4. Jangan mudah panik. Investasi sudah dapat dipastikan akan mengalami naik turunnya. Selain itu, jangan tergoda untuk menjual atau membeli saham hanya karena banyak orang yang melakukannya.

Apakah Investasi Adalah Hal Yang Tepat?

Melakukan investasi tidak memiliki takaran untuk mengukur apakah hal tersebut merupakan sebuah keputusan yang tepat atau tidak. Maka dari itu, apabila Anda masih ragu, Anda harus bertanya pada diri sendiri. Mengapa Anda ingin melakukan investasi? Semua kembali ke keadaan kehidupan personal Anda.

Apabila Anda sudah menemukan jawabannya dan sudah sangat yakin untuk melakukan investasi, sekarang adalah saatnya bagi Anda untuk berhati-hati terhadap seluruh masukan yang didapat dan ajakan-ajakan untuk berinvestasi. Apabila Anda sedang mengalami kesusahan untuk melakukan beberapa hal dan uang yang Anda miliki hanya cukup untuk berinvestasi pada hal yang telah Anda investasikan, maka sebaiknya Anda menolak ajakan tersebut. Namun apabila Anda memiliki banyak uang, maka Anda dapat melakukan investasi di banyak tempat dan bidang.

Seberapa Banyak Uang Yang Harus Diinvestasikan?

Banyak orang yang mengira bahwa Anda harus memiliki uang yang banyak untuk melakukan investasi. Padahal, Anda hanya perlu sedikit uang. Salah satu fokus utama dalam melakukan investasi adalah Anda tidak disarankan untuk melakukan investasi melebihi dari yang Anda mampu bayarkan ketika Anda kalah. Hal tersebut dikarenakan apabila Anda melakukan investasi saham dan saham tersebut anjlok, maka Anda dapat mengalami kerugian yang sangat besar.

Bagaimana Cara Berinvestasi?

Anda dapat membeli saham melalui beberapa situs terpercaya yang bertebaran di internet. Namun, sebelum melakukan hal tersebut, Anda harus pastikan bahwa apa yang ditawarkan memang benar adanya dan situs yang menawarkan beragam macam cara untuk berinvestasi memang kredibel. Ketika sudah menemukan situs yang aman dan terpercaya, Anda tinggal memilih mana hal yang ingin Anda investasikan.

Namun, apabila Anda masih belum yakin untuk memilih apa yang ingin Anda investasikan, Anda dapat melakukan riset mendalam terlebih dahulu. Caranya, Anda dapat mencari hal apa yang sedang menjadi tren di masyarakat sekarang yang sekiranya dapat dijadikan investasi jangka panjang. Atau, Anda dapat bertanya kepada rekan yang sudah berpengalaman dalam melakukan investasi.